Peserta didik SMP pada fase remaja awal mengalami ketidakstabilan emosi dan keterbatasan regulasi emosi yang memicu perilaku impulsif serta konflik sebaya yang mengganggu iklim belajar. Studi literatur ini mengkaji peran pembelajaran seni rupa dalam mendukung regulasi emosi peserta didik SMP. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, populasi terdiri dari publikasi ilmiah (2019-2025) yang disampel secara purposive (20-30 sumber) dari Google Scholar dengan fokus pembelajaran seni rupa, regulasi emosi, dan perkembangan remaja. Instrumen berupa dokumen pustaka dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan pembelajaran seni rupa menyediakan ruang ekspresi emosional aman, meningkatkan pengenalan emosi melalui proses kreatif, serta membentuk perilaku adaptif seperti pengendalian impuls dan resolusi konflik. Kesimpulannya, pembelajaran seni rupa berorientasi proses secara strategis memperkuat regulasi emosi dan keterampilan sosial-emosional.
Copyrights © 2026