Transformasi digital telah mengubah lanskap perbankan di Indonesia melalui kemunculan bank digital yang menantang dominasi bank konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi biaya operasional antara bank digital dan bank konvensional dengan menggunakan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif sederhana melalui analisis dokumen laporan keuangan tahunan periode 2023-2024. Sampel dipilih secara purposive sampling, yang mencakup bank konvensional "Big Four" (BCA, BRI, Mandiri) dan bank digital utama (Allo Bank, Bank Jago, Bank Raya). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam struktur biaya dan tingkat efisiensi antara kedua kategori tersebut. Bank konvensional "Big Four" masih memimpin efisiensi secara absolut dengan rasio BOPO terendah (rata-rata di bawah 60%), yang didorong oleh skala ekonomi dan penguasaan dana murah. Sebaliknya, bank digital mencatatkan rasio BOPO yang lebih tinggi akibat besarnya investasi pada infrastruktur teknologi dan biaya akuisisi nasabah yang agresif. Meskipun demikian, bank digital menunjukkan akselerasi perbaikan efisiensi yang lebih progresif dibandingkan bank konvensional melalui otomatisasi proses bisnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan teknologi digital belum sepenuhnya mengungguli efisiensi bank konvensional besar yang telah berhasil mengintegrasikan layanan digital ke dalam model bisnis hibrida mereka.
Copyrights © 2026