Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata. Novel ini dikenal memiliki kekhasan bahasa yang puitis, simbolik, dan sarat nuansa filosofis, sehingga menarik untuk dikaji melalui pendekatan stilistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa satuan kebahasaan dalam novel yang mengandung gaya bahasa, meliputi kata, frasa, klausa, dan kalimat. Data dikumpulkan melalui teknik membaca cermat dan pencatatan, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan jenis-jenis gaya bahasa berdasarkan teori stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa perbandingan mendominasi novel ini, dengan temuan sebanyak 38 data gaya bahasa yang terdiri atas personifikasi (15 data), simile (12 data), hiperbola (7 data), dan metafora (4 data). Majas personifikasi menjadi gaya bahasa yang paling dominan, yang menunjukkan kecenderungan pengarang dalam menghidupkan alam sebagai entitas yang memiliki emosi dan kehendak. Penggunaan simile, metafora, dan hiperbola berfungsi untuk memperkuat citraan, konflik batin tokoh, serta nuansa epik dan spiritual dalam cerita. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga sebagai medium refleksi filosofis yang memperlihatkan relasi simbolik antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian stilistika dan apresiasi sastra Indonesia modern.
Copyrights © 2026