Kesesuaian lahan dan sistim informasi geografis merupakan salah satu tools dalam menganalisis dan menampilkan potensi lahan khususnya untuk lahan pertanian termasuk untuk lahan cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi serta melakukan pemetaan tingkat kesesuaian lahan untuk mendukung budidaya tanaman cabai di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bulotalangi Timur pada Juli–September 2025, dengan analisis data di Laboratorium Tanah Universitas Negeri Gorontalo. Data yang digunakan meliputi peta RBI, peta lereng, penggunaan lahan, landform, DEM, serta karakteristik tanah dan lahan. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan evaluasi kesesuaian lahan berbasis SIG menggunakan kerangka FAO, melalui pemadanan karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian tanaman cabai. Hasil analisis menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman cabai di Kecamatan Bulango Timur didominasi oleh kelas N (Tidak Sesuai) dengan luas 657,77 ha (53,28%) dengan faktor pembatas utama yakni bahaya erosi, kemudian keals S3 (Sesuai Marginal) dengan luas 295,86 ha (23,96%) dengan faktor pembatas utama ketersediaan air, media perakran, retensi hara dan hara tersedia. setelah dilakukan upaya perbaikan maka beberapa dapat diperbaiki naik kelas menjadi kelas kesesuaian lahan potensial yang terdiri dari kelas S3 (sesuai Marginal) dengan persentasi luasan mencapai 55,81% dan Kelas S2 (Cukup Sesuai) dengan presentase luasan mencapai 21,44%. kseimpulan dari peneltian ini adalah wilayah Kecamatan Bulango Timur bisa dikembangkan tanaman cabai namun beberpa lahan perlu diintervensi dengan teknik budidaya yang baik termasuk penerapan konservasi agar pemanfaaatan lahan bisa berkelanjutan.
Copyrights © 2025