Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pengenalan Jenis-jenis Gulma dan Dampaknya Terhadap Produktivitas Tanaman Pertanian Mayasari Yamin; Indriati Husain; Hasna Dama; Silviana Arsyad
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1236

Abstract

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan dan bersaing dengan tanaman utama dalam mendapatkan air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh, sehingga dapat menurunkan produktivitas pertanian. Gulma sering kali dianggap sebagai tanaman pengganggu karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap mahasiswa dan petani terkait jenis gulma dan dampak yang ditimbulkan terhadap produktivitas tanaman, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa tentang jenis gulma serta dampaknya terhadap produktivitas tanaman, dan mengajarkan teknik pengelolaan gulma yang sesuai berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan melalui sistem rotasi tanaman, penggunaan mulsa, dan agroekosistem terpadu. Pengabdian ini dilaksanakan di Bukit Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo dan Lahan Petani Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango yang dilaksanakan pada bulan September 2024. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan petani, mahasiswa, penyuluh, dan masyarakat dalam mengenali serta mengelola gulma secara efektif. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilaksanakan, mahasiswa telah mengetahui dan membedakan jenis gulma berdasarkan ukuran daun dan tipe pertumbuhannya, terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa terkait dampak yang ditimbulkan oleh gulma khususnya mampu menekan pertumbuhan dan produksi tanaman melalui kompetisi penyerapan unsur hara oleh akar, dan mahasiswa mengetahui teknik pengolahan gulma melalui sistem rotasi tanaman berdasarkan spesies tanaman budidaya, penggunaan mulsa dan pengendalian gulma melalui sistem mekanis dan kimiawi.
Penanaman Bibit Pohon di Bukit Fakultas Pertanian Untuk Keberlanjutan Lingkungan Kampus Universitas Negeri Gorontalo Silviana Arsyad; Mayasari Yamin; Hasna Dama
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1247

Abstract

Keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di kampus, salah satunya melalui program penanaman bibit pohon di Bukit Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Bukit yang berada di Kawasan Fakultas Pertanian masih dalam kondisi terbuka tanpa penutupan lahan berupa vegetasi pohon, sehingga berpotensi untuk dilakukannya penanaman pohon guna mengurangi erosi permukaan tanah. Selain berfungsi sebagai pengendali erosi, keberadaan pohon-pohon juga memberikan manfaat tambahan menjadi naungan yang mendukung kenyamanan sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penanaman bibit pohon di Bukit Fakultas Pertanian untuk keberlanjutan lingkungan kampus Universitas Negeri Gorontalo. Peserta kegiatan ini melibatkan 53 mahasiswa dan tim dosen Jurusan Agroteknologi Universitas Negeri Gorontalo. Metode kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mahasiswa dapat memahami bahwa pohon memiliki manfaat ekologis yang menyeluruh dimulai dari akar hingga buah yang dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber pangan atau keanekaragaman hayati. Sehingga dengan melakukan penanaman pohon di wilayah kampus dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa terkait teknik-teknik penanaman pohon yang benar. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan keasrian, kenyamanan, dan keindahan lingkungan kampus khususnya di Fakultas Pertanian.
Pemetaan Tingkat Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Cabai di Kecamatan Bulango Timur Menggunakan Sisitim Informasi Geografis: Mapping the Level of Land Suitability for Chili Plant Development in East Bulango District Using a Geographic Information System Rival Rahman; Silviana Arsyad; Yusrin Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7999

Abstract

Kesesuaian lahan dan sistim informasi geografis merupakan salah satu tools dalam menganalisis dan menampilkan potensi lahan khususnya untuk lahan pertanian termasuk untuk lahan cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi serta melakukan pemetaan tingkat kesesuaian lahan untuk mendukung budidaya tanaman cabai di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bulotalangi Timur pada Juli–September 2025, dengan analisis data di Laboratorium Tanah Universitas Negeri Gorontalo. Data yang digunakan meliputi peta RBI, peta lereng, penggunaan lahan, landform, DEM, serta karakteristik tanah dan lahan. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan evaluasi kesesuaian lahan berbasis SIG menggunakan kerangka FAO, melalui pemadanan karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian tanaman cabai. Hasil analisis menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman cabai di Kecamatan Bulango Timur didominasi oleh kelas N (Tidak Sesuai) dengan luas 657,77 ha (53,28%) dengan faktor pembatas utama yakni bahaya erosi, kemudian keals S3 (Sesuai Marginal) dengan luas 295,86 ha (23,96%) dengan faktor pembatas utama ketersediaan air, media perakran, retensi hara dan hara tersedia. setelah dilakukan upaya perbaikan maka beberapa dapat diperbaiki naik kelas menjadi kelas kesesuaian lahan potensial yang terdiri dari kelas S3 (sesuai Marginal) dengan persentasi luasan mencapai 55,81% dan Kelas S2 (Cukup Sesuai) dengan presentase luasan mencapai 21,44%. kseimpulan dari peneltian ini adalah wilayah Kecamatan Bulango Timur bisa dikembangkan tanaman cabai namun beberpa lahan perlu diintervensi dengan teknik budidaya yang baik termasuk penerapan konservasi agar pemanfaaatan lahan bisa berkelanjutan.