Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor otomotif dan tren peningkatan kasus kecelakaan kerja secara nasional di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi risiko pada setiap tahapan kerja mekanik, mengevaluasi tingkat bahaya menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), serta merumuskan upaya pengendalian risiko yang tepat untuk meminimalkan kecelakaan kerja di Bengkel Toyota Intercom Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Subjek penelitian ini adalah mekanik di Bengkel Toyota Intercom Payakumbuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap langkah-langkah kerja teknisi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memecah pekerjaan menjadi tahapan-tahapan kecil, mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap tahap, dan menentukan skala risiko berdasarkan dampak (consequence) serta kemungkinan terjadinya (likelihood). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya mekanis, termal, fisik, dan lingkungan pada aktivitas servis kendaraan. Evaluasi risiko mengidentifikasi tindakan tidak aman (unsafe acts) seperti pengabaian penggunaan kacamata keselamatan dan sarung tangan, serta kondisi tidak aman (unsafe conditions) seperti lantai licin akibat tumpahan pelumas. Berdasarkan analisis JSA, dirumuskan strategi pengendalian risiko yang meliputi pengendalian administratif melalui safety talk berkala, pengawasan ketat terhadap SOP, serta kewajiban penggunaan APD standar seperti wearpack, sepatu keselamatan, sarung tangan, dan kacamata keselamatan secara konsisten.
Copyrights © 2026