Konsumsi sayur dan buah yang rendah menjadi isu kesehatan global, berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi sayur dan buah dengan status gizi anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif korelasional dengan pendekatan (differentiation), menurut para ahli Gardner, yang melibatkan 16 anak di Kota Pinrang. Data pola konsumsi diperoleh melalui food recall 2x24 jam, sedangkan status gizi dinilai dengan indikator antropometri. Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi sayur dan buah dengan status gizi anak. Anak dengan pola konsumsi tinggi cenderung memiliki status gizi normal. Disarankan adanya program edukasi gizi terpadu untuk meningkatkan kesadaran dan konsumsi sayur buah pada anak usia dini.
Copyrights © 2026