Praktikum pengamatan mitosis pada ujung akar bawang merah (Allium cepa) merupakan kegiatan penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi pembelahan sel. Namun, penggunaan pewarna sintetis seperti safranin dan asetokarmin memiliki keterbatasan dari sisi keamanan, biaya, serta dampak lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan pewarna alami sebagai alternatif dalam praktikum identifikasi mitosis akar bawang merah serta perannya sebagai media pembelajaran IPA yang kontekstual dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah kajian eksperimen sederhana berbasis praktikum laboratorium pendidikan dengan membandingkan hasil pewarnaan alami dan sintetis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pewarna alami mampu menampilkan fase-fase mitosis secara cukup jelas dan mendukung pembelajaran bermakna. Pemanfaatan pewarna alami juga meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap konsep sains berkelanjutan. Dengan demikian, pewarna alami berpotensi menjadi media pembelajaran IPA yang efektif, ekonomis, dan berbasis green laboratory.
Copyrights © 2026