Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, dengan prevalensi di Provinsi Sumatera Utara tahun yakni 54,5% tahun 2016, dan 58,2% tahun 2017. Prevalensi anemia yang tinggi di Sumatera Utara menjadi salah satu masalah gizi yang muncul pada populasi masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengetahuan anemia remaja putri. (2) Asupan zat besi remaja putri. (3) Kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi, status gizi, dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kutalimbaru tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 47 remaja putri sebagai sampel. Hasil analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,654), status gizi (p=0,442), dan kepatuhan konsumsi TTD (p=1,000) dengan kejadian anemia. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi pentingnya kerjasama antara sekolah dan layanan kesehatan untuk meningkatkan gizi remaja, pemantauan pencegahan anemia, penerapan kebijakan pendidikan gizi di sekolah, kampanye gizi, serta pelaksanaan kegiatan edukasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat terkait gizi dan anemia.
Copyrights © 2026