Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam pengembangan destinasi wisata Danau Tarusan Kamang di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Fenomena wisata di daerah ini unik karena tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga sangat terikat dengan nilai-nilai religius dan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama delapan informan yang terdiri dari tokoh agama, pengelola wisata, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori Dramaturgi Erving Goffman untuk membedah manajemen kesan yang dilakukan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai "sutradara nilai" yang mengelola kesan destinasi melalui empat fungsi utama: (1) Pembimbing spiritual, yang mengubah paradigma wisata menjadi sarana tadabbur alam; (2) Pendidik moral, yang menyusun naskah etika dan perilaku bagi pengelola dan masyarakat; (3) Pengontrol sosial, yang menjaga integritas panggung depan (front stage) dari pengaruh negatif budaya luar; dan (4) Penengah konflik, yang menyelesaikan dinamika sengketa di panggung belakang (back stage) melalui musyawarah. Secara keseluruhan, keterlibatan tokoh agama memastikan pengembangan pariwisata berjalan selaras dengan upaya menjaga marwah nagari dan identitas religius masyarakat. Keberhasilan manajemen kesan ini menciptakan citra Danau Tarusan Kamang sebagai destinasi wisata yang bermartabat dan religius.
Copyrights © 2026