ISPA akan semakin berbahaya jika diderita oleh anak-anak. World Health Organization (WHO) memperkirakan tingkat kejadian ISPA di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup atau 15%-20% pertahun. Di Indonesia, ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Dinas kesehatan kota Medan menyatakan laporan dari puskesmas tentang 10 (sepuluh) penyakit terbanyak diketahui bahwa masalah kesehatan dengan kasus tertinggi ialah penyakit ISPA 404.826 kasus. Salah satu penyebab terjadinya ISPA adalah kurang nya pengetahuan ibu tentang faktor resiko ISPA seperti lingkungan, individu anak dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang faktor resiko ISPA dengan terjadinya ISPA pada balita di Puskesmas Kota Datar Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2025. Penelitian ini bersifat deskriftif korelatif dengan desain Cross Sectional dengan populasi sebanyak 63 ibu dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling sebanyak 45 ibu. Pengumpulan data melalui kuesioner yang kemudian diolah menggunakan uji statistik Spearman Rho dengan kepercayaan 0,05. Hasil diperoleh ada hubungan kuat pengetahuan ibu tentang lingkungan dengan terjadinya ISPA dengan nilai r = 0,676, ada hubungan kuat pengetahuan ibu tentang individu anak dengan terjadinya ISPA dengan nilai r = 0,686, ada hubungan kuat pengetahuan ibu tentang perilaku dengan terjadinya ISPA dengan nilai r = 0,707.
Copyrights © 2026