Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran AIR berbantuan masalah kontekstual dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Singaraja tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 317 siswa dan terbagi dalam 10 kelas. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga terpilih dua kelas sebagai sampel, masing-masing berjumlah 32 siswa. Kelas VIII B ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model AIR berbantuan masalah kontekstual, sedangkan kelas VIII C sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak lima butir soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Data dianalisis menggunakan uji independent samples t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, dengan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 76,38, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 60,19. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya keunggulan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran AIR berbasis masalah kontekstual dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026