Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan kualitas kerja tim pada pengurus organisasi kepemudaan melalui pelatihan berbasis pengalaman (experiential learning). Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kapasitas pengurus dalam mengelola emosi saat berinteraksi dalam tim, yang berdampak pada konflik interpersonal dan kinerja organisasi. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, simulasi konflik tim, dan evaluasi berbasis instrumen kuantitatif (Emotion Regulation Questionnaire dan Team Climate Inventory) serta data kualitatif dari wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan regulasi emosi (peningkatan skor ERQ sebesar 30,7%) dan kualitas kerja tim (peningkatan skor TCI sebesar 23,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi jangka pendek non-klinis dapat memberikan dampak terukur terhadap aspek psikososial dalam organisasi pemuda. Kegiatan ini layak untuk direplikasi sebagai model pelatihan emosional berbasis komunitas.
Copyrights © 2026