Penelitian ini menganalisis perkembangan filsafat Islam dan implikasinya terhadap filsafat pendidikan Islam dari masa klasik hingga era kontemporer melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penerjemahan karya Yunani pada masa Abbasiyah menjadi fondasi penting bagi lahirnya sintesis antara akal dan wahyu dalam filsafat Islam. Perkembangan pemikiran pada periode klasik, pertengahan, dan modern menunjukkan dinamika yang dipengaruhi tokoh-tokoh seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rushd, Al-Attas, Fazlur Rahman, dan Seyyed Hossein Nasr. Penelitian menemukan bahwa modernitas mendorong pergeseran orientasi pendidikan dari teosentris menuju antroposentris, sehingga memunculkan tantangan sekularisasi ilmu. Pendidikan Islam merespons melalui paradigma integratif yang menggabungkan rasionalitas modern dengan nilai-nilai tauhid, etika, dan spiritualitas. Penelitian ini menegaskan relevansi filsafat pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan global.
Copyrights © 2026