Reaksi alami tubuh terhadap kerusakan atau penyakit adalah peradangan, yang ditandai dengan peningkatan mediator pro-inflamasi seperti TNF-α. Karena Complete Freund's Adjuvant (CFA) dapat menimbulkan peradangan kronis dan respons imunologis seluler, zat ini sering digunakan sebagai model induksi peradangan. Punicalagin, asam ellagic, dan flavonoid yang terdapat dalam buah delima (Punica granatum) memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mengurangi respons inflamasi. Dalam eksperimen laboratorium ini, digunakan lima kelompok tikus jantan putih (Rattus norvegicus) dengan desain kelompok kontrol pasca-tes saja. Kelompok-kelompok tersebut meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (CFA), kelompok vitamin C, dan dua kelompok perlakuan yang menerima dosis oral jus delima yang bervariasi selama 28 hari. Jus delima secara signifikan (p<0.05) menurunkan kadar TNF-α pada tikus yang diinduksi CFA dibandingkan dengan kelompok kontrol positif, dengan penurunan terbesar terjadi pada dosis tertinggi, menurut data. Oleh karena itu, telah dibuktikan bahwa jus delima memiliki sifat antiinflamasi dengan menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi TNF-α.
Copyrights © 2026