Kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, namun mengandung senyawa bioaktif terutama flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Pemanfaatannya masih belum optimal dan data ilmiah terkait keamanan serta efeknya terhadap fungsi ginjal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rendemen ekstrak metanol kulit pisang raja, kadar flavonoid total, serta mengevaluasi pengaruh pemberiannya terhadap kadar kreatinin serum tikus sebagai indikator fungsi ginjal. Simplisia disiapkan melalui proses sortasi, pengeringan, dan penghalusan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri ultraviolet-visible menggunakan pereaksi aluminium klorida. Pengujian efek nefrotoksisitas dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa dari 467 gram simplisia diperoleh 84 gram ekstrak kental dengan rendemen 17,99%. Kadar flavonoid total sebesar 29,6 mg/g atau setara 2959,9 QE. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan (p>0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja memiliki kandungan flavonoid tinggi dan relatif aman terhadap fungsi ginjal, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami bernilai farmakologis sekaligus mengurangi limbah organik.
Copyrights © 2026