This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sintya Sari Dwi Kusumaningrum
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Kandungan Flavonoid dan Uji Efek Nefrotoksik Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) Sintya Sari Dwi Kusumaningrum; Lukman Hardia; A.M Muslihin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52699

Abstract

Kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, namun mengandung senyawa bioaktif terutama flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Pemanfaatannya masih belum optimal dan data ilmiah terkait keamanan serta efeknya terhadap fungsi ginjal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rendemen ekstrak metanol kulit pisang raja, kadar flavonoid total, serta mengevaluasi pengaruh pemberiannya terhadap kadar kreatinin serum tikus sebagai indikator fungsi ginjal. Simplisia disiapkan melalui proses sortasi, pengeringan, dan penghalusan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri ultraviolet-visible menggunakan pereaksi aluminium klorida. Pengujian efek nefrotoksisitas dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa dari 467 gram simplisia diperoleh 84 gram ekstrak kental dengan rendemen 17,99%. Kadar flavonoid total sebesar 29,6 mg/g atau setara 2959,9 QE. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan (p>0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja memiliki kandungan flavonoid tinggi dan relatif aman terhadap fungsi ginjal, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami bernilai farmakologis sekaligus mengurangi limbah organik.