Pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa Sekolah Dasar. Namun, implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar terintegrasi STEAM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam mengembangkan modul ajar berbasis STEAM melalui kegiatan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan pelatihan dengan desain pre-test dan post-test terhadap 38 guru peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 74,6 meningkat menjadi 87,6 pada post-test, dengan persentase peningkatan sebesar 16,43%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan modul ajar berbasis STEAM efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru. Meskipun demikian, hasil observasi mengungkapkan bahwa sebagian guru masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan seluruh komponen STEAM secara terpadu dalam perancangan kegiatan proyek pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan implementasi modul ajar STEAM dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2025