Penelitian ini berawal dari tingginya penggunaan pengawet kimia berbahaya dalam makanan, sehingga diperlukan alternatif pengawet alami yang lebih aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses produksi asap cair dari tempurung kelapa dalam sistem tertutup, mengevaluasi efektivitasnya sebagai pengawet ikan, dan mengamati perubahan kualitas ikan setelah perlakuan. Metode yang digunakan meliputi produksi asap cair melalui pirolisis, kondensasi, dan pemurnian hingga grade 1, kemudian diaplikasikan pada ikan dengan berbagai konsentrasi, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair mengandung senyawa fenolik dan asam organik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, menstabilkan pH, dan menjaga warna, aroma, dan tekstur ikan. Konsentrasi 4–6% ditemukan paling efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asap cair berbasis limbah tempurung kelapa berpotensi menjadi pengawet alami yang aman dan ramah lingkungan dibandingkan dengan pengawet sintetis.
Copyrights © 2025