Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan meronce menggunakan loose part berpola ABC-ABC terhadap kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Kemampuan motorik halus ialah salah satu aspek perkembangan yang penting untuk distimulasi sejak dini karena berkaitan dengan keterampilan koordinasi anatara tangan dan mata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek pada penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 3-4 tahun di PPT Setia Bhakti Surabaya dengan jumlah 11 anak. Kegiatan treatment pada penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan kegiatan meronce yang berbeda-beda setiap pertemuannya, bahan loose part untuk meronce yang digunakan pada penelitian ini adalah wortel, kacang panjang, dan kulit jagung. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari pretest dan posttest serta menghitung nilai N-Gain. Setelah dilakukan uji N-Gain, score yang diperoleh pada penelitian ini ialah 0,6612, hal ini menunjukkan bahwa treatment yang diberikan cukup efektif didalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce menggunakan loose part berpola ABC-ABC berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun
Copyrights © 2026