WHO melaporkan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan, sedangkan di Eropa sebesar 25%. Hasil wawancara terhadap 10 siswi menunjukkan 6 siswi pernah mengalami keputihan disertai rasa gatal namun menganggapnya sebagai kondisi normal, sementara 4 siswi belum mengetahui pengertian keputihan maupun cara pencegahannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan di sekolah sehingga pengetahuan remaja putri terkait kesehatan reproduksi masih rendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Populasi berjumlah 96 remaja putri, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan health education. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Simpulan: Health education efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan.
Copyrights © 2026