Tuntutan Kurikulum Merdeka dan asesmen berbasis penalaran (AKM dan TKA) mengharuskan guru SMA rumpun IPS merancang pembelajaran mendalam, kontekstual, dan kolaboratif. Hasil pemetaan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto menunjukkan guru masih kesulitan menggeser pembelajaran dari orientasi materi ke penguatan kompetensi serta mengintegrasikan literasi, numerasi, dan HOTS dalam perangkat ajar. Program PKM ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam merancang deep learning terintegrasi AKM–TKA berbasis konteks melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah blended training berupa sosialisasi dan FGD daring, workshop luring, coaching clinic, micro teaching, serta evaluasi melalui angket skala 1–4 dan penilaian produk. Hasil menunjukkan guru mampu menyusun dan merevisi modul ajar sesuai CP–ATP, mengembangkan LKPD kontekstual, merancang rubrik asesmen autentik, serta menyusun kisi-kisi dan soal setara AKM–TKA berbasis HOTS. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah kolaboratif. Evaluasi peserta menunjukkan respons sangat positif (skor 3,5–3,8). Program ini efektif karena menghasilkan perangkat ajar siap implementasi dan meningkatkan kesiapan guru menghadapi AKM–TKA.
Copyrights © 2026