Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru SMA Rumpun IPS Merancang Pembelajaran Mendalam Terintegrasi AKM-TKA Berbasis Konteks: Pengabdian Utami , Wiwik Sri; Prastiyono, Hendri; Prabawati , Indah; Amin, M. Noer Falaq Al; Nafisah, Durrotun; Mahroini, Zahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5539

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dan asesmen berbasis penalaran (AKM dan TKA) mengharuskan guru SMA rumpun IPS merancang pembelajaran mendalam, kontekstual, dan kolaboratif. Hasil pemetaan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto menunjukkan guru masih kesulitan menggeser pembelajaran dari orientasi materi ke penguatan kompetensi serta mengintegrasikan literasi, numerasi, dan HOTS dalam perangkat ajar. Program PKM ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam merancang deep learning terintegrasi AKM–TKA berbasis konteks melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah blended training berupa sosialisasi dan FGD daring, workshop luring, coaching clinic, micro teaching, serta evaluasi melalui angket skala 1–4 dan penilaian produk. Hasil menunjukkan guru mampu menyusun dan merevisi modul ajar sesuai CP–ATP, mengembangkan LKPD kontekstual, merancang rubrik asesmen autentik, serta menyusun kisi-kisi dan soal setara AKM–TKA berbasis HOTS. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah kolaboratif. Evaluasi peserta menunjukkan respons sangat positif (skor 3,5–3,8). Program ini efektif karena menghasilkan perangkat ajar siap implementasi dan meningkatkan kesiapan guru menghadapi AKM–TKA.
Strategi Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Semeru Di Kabupaten Lumajang Pramitasari, Sintya; Septiana, Nazwa; Piliang, Dewi Arimbi Burhandani; Putri, Rayshya Chauliya Nadina; Bumbungan, Rafael Benino Ampangallo; Hadianto, Nuh Krama; Amin, M. Noer Falaq Al
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mount Semeru is recorded as an active volcano with a high disaster potential for communities in Lumajang Regency. Therefore, disaster mitigation strategies are needed to reduce the risks and impacts of volcanic eruptions. This study aims to identify the implementation of both structural and non-structural mitigation in handling the eruption disaster of Mount Semeru in Lumajang Regency. The research uses a descriptive qualitative method through a literature study approach by collecting data from journals, government documents, regulations, and other scientific sources. The results show that structural mitigation efforts include the installation of an Early Warning System (EWS), monitoring CCTV, evacuation facilities, and disaster warning signs. Meanwhile, non-structural mitigation is carried out through disaster education and preparedness training for the community, as well as coordination with related agencies.
Studi Literatur: Dampak Letusan Gunung Kelud Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Di Kabupaten Kediri Nurhayati, Nurhayati; Daufir, Daffa Mauludie Al; Priskilla, Emmanuel Jessica; Rahmadani, Oktavia; Nursetya, Muhammad Ady; Amin, M. Noer Falaq Al; Hadianto, Nuh Krama
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8715

Abstract

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memahami proses resiliensi yang dilakukan masyarakat pascabencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Kelud menyebabkan kerusakan lahan pertanian, penurunan produktivitas ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, serta perubahan mata pencaharian masyarakat. Sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama mengalami dampak paling besar akibat tertutupnya lahan oleh abu vulkanik dan material erupsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti diversifikasi pekerjaan, pemanfaatan sektor pertambangan pasir, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan wisata. Selain itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait turut berperan melalui bantuan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pelatihan mitigasi bencana, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala koordinasi dan distribusi bantuan. Dalam jangka panjang, pengalaman menghadapi erupsi mendorong meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Kediri mampu membangun resiliensi adaptif melalui kombinasi strategi ekonomi, kekuatan sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Peran Masyarakat Dalam Fase Tanggap Darurat: Studi Kasus Pada Banjir Gresik Arianty, Risma Dwiyana; Zaki, Ahmad; Arida, Sagita Happy; Nabilah, Aliyah Rifdatul; Risqulloh, Talitha Rifqi; Firzatulloh, Muhammad Naufal; Hadianto, Nuh Krama; Amin, M. Noer Falaq Al
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8731

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena berulang yang memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis rentan terhadap luapan sungai. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang konsisten mengalami peningkatan frekuensi akibat banjir dari tahun ke tahun, terutama akibat meluapnya Kali Lamong. Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji dan menggambarkan peran masyarakat dalam fase tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Gresik sebagai respons komunitas sebelum ada intervensi formal dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library reserach) melalui analisis terhadap berbagai sumber data sekunder, mencakup laporan resmi, peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan referensi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam fase tanggap darurat, meliputi: (1) pelaksanaan evakuasi mandiri memprioritaskan kelompok rentan; (2) pembentukan pola inisiatif melalui pendirian posko darurat dan dapur umum; serta (3) penguatan kerjasama antara tokoh masyarakat dengan organisasi lokal. Meskipun demikian respons masyarakat masih mengalami beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana evakuasi, distribusi logistik yang tidak merata, hambatan komunikasi dan koordinasi, serta terbatasnya akses fisik akibat genangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan kelembagaan masyarakat melalui pembentukan kelompok siaga bencana, simulasi evakuasi, dan kolaborasi multi aktor merupakan strategi yang tepat dalam meningkatkan efektivitas respons darurat berbasis komunitas.