Keterlambatan dalam proyek konstruksi merupakan permasalahan klasik yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya, penurunan mutu pekerjaan, serta konflik antar pemangku kepentingan. Proyek pembangunan gedung UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai salah satu proyek strategis di bidang pendidikan juga tidak terlepas dari potensi risiko keterlambatan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab keterlambatan pada proyek pembangunan gedung UIN Mahmud Yunus Batusangkar serta menganalisis tingkat pengaruh masing-masing faktor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek, yaitu pemilik proyek, konsultan pengawas, dan kontraktor. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan metode Relative Importance Index (RII) untuk menentukan peringkat faktor penyebab keterlambatan. Sebanyak 25 variabel yang dikelompokkan ke dalam 7 faktor diukur menggunakan kuesioner skala Likert yang disebarkan melalui Google Formulir. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan menggunakan metode Cronbach’s Alpha dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keterlambatan yang paling dominan adalah kekurangan tenaga kerja terampil (RII = 0,733), keterlambatan pengadaan material (RII = 0,733), serta kondisi cuaca ekstrem (RII = 0,733). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan gedung di lingkungan perguruan tinggi, khususnya untuk proyek-proyek sejenis di masa mendatang.
Copyrights © 2026