Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan pelayanan dan kepercayaan (trust) berperan dalam meningkatkan minat masyarakat menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung. Latar belakang kajian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara besarnya potensi zakat dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh lembaga. Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zakat maal masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 60%, disertai dengan rendahnya tingkat kepercayaan serta persepsi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh lembaga zakat. Metode yang digunakan ialah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yakni masyarakat muslim Kota Bandar Lampung yang berpotensi sebagai muzakki, dengan jumlah sampel 100 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari lembaga dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis baik secara parsial (uji t) maupun simultan (uji F). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelayanan dan trust memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat membayar zakat maal sebesar 0,007 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 38,7% variasi minat muzakki, sedangkan 61,3% dipengaruhi faktor lain. Indikator paling dominan memengaruhi minat muzakki membayar zakat maal melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung adalah profesionalisme (69%) dan kejujuran (56,57%). Profesionalisme petugas yang mampu melayani dengan baik serta kejujuran lembaga dalam menyampaikan laporan keuangan terbukti meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penelitian ini, penguatan pada profesionalisme dan kejujuran perlu menjadi prioritas utama dalam meningkatkan minat mauzakki membayar zakat maal melalui lembaga resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Copyrights © 2026