Kegiatan pembelajaran berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengkaji dampak program Morning Blessing terhadap antusiasme dan kreativitas siswa dalam pembelajaran musik di Sekolah Dasar Kristen Generasi Unggul Bajawa. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan (September–November) dan melibatkan 30 siswa kelas 2 hingga 4 serta satu orang guru musik. Program Morning Blessing meliputi doa, refleksi singkat, dan ibadah musik dengan melibatkan partisipasi siswa dalam memainkan alat musik perkusi sederhana seperti cajón. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Morning Blessing secara efektif meningkatkan antusiasme dan kreativitas siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar karena diberikan kepercayaan untuk tampil dalam ibadah pagi, sehingga kemampuan ritme dan tempo mereka juga meningkat. Keterlibatan musik dalam kegiatan ini turut menumbuhkan kesiapan emosional, kedisiplinan, dan kerja sama. Integrasi praktik spiritual dalam pendidikan musik menciptakan lingkungan belajar yang holistik serta memperkuat pembentukan karakter dan kreativitas artistik siswa sekolah dasar Kristen.
Copyrights © 2026