Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan reduksi fungsi ke aspek kognitif semata, dikotomi ilmu agama-umum, dan krisis identitas moral akibat globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini mengkaji metode dialektika sebagai solusi potensial melalui sintesis tesis-antitesis yang mengintegrasikan pemikiran filsuf Islam klasik (Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun) dengan konteks modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan dialektika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dialektika efektif mengintegrasikan rasionalitas (Al-Farabi) dengan spiritualitas (Al-Ghazali), individualitas dengan sosialitas (Ibnu Khaldun), serta idealisme dengan realisme untuk mencapai keseimbangan ruhani-jasmani-akal menuju pembentukan insan kamil. Implementasi dialektika dalam kurikulum melalui tahap tesis (pengenalan materi), antitesis (diskusi ketegangan), dan sintesis (proyek kreatif) terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, identitas Islam, dan tanggung jawab sosial siswa, sehingga pelatihan guru PAI menggunakan metode dialektika, pengembangan kurikulum berbasis langkah tesis-antitesis-sintesis, serta penelitian empiris lanjutan untuk validasi implementasi di madrasah Indonesia sangat urgensi.
Copyrights © 2026