Dayah sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Aceh memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Keberlangsungan fungsi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas guru yang direkrut melalui mekanisme berbasis tradisi keilmuan salafiyah. Namun, kajian mengenai manajemen rekrutmen guru dayah masih terbatas dan umumnya dipahami sebagai praktik kultural, belum dianalisis sebagai bagian dari sistem manajemen pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manajemen rekrutmen guru dayah berbasis tradisi keilmuan salafiyah di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan dayah, manajemen guru, dan tradisi keilmuan salafiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekrutmen guru dayah menekankan kesinambungan sanad keilmuan, integritas akhlak, loyalitas terhadap dayah, serta legitimasi komunitas keilmuan. Proses rekrutmen berlangsung secara informal namun terstruktur melalui mekanisme kepercayaan, rekomendasi, dan pembinaan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rekrutmen guru dayah membentuk model manajemen kultural-religius yang memiliki rasionalitas tersendiri dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian manajemen pendidikan Islam dengan perspektif berbasis tradisi lokal.
Copyrights © 2025