Penelitian ini berargumen bahwa implementasi Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di MAN 2 Pontianak adalah sebagai upaya strategis dalam membentuk kepribadian siswa di tengah tantangan disrupsi era global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data utama meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk memperkaya data, peneliti juga menggunakan angket terbuka sebagai instrumen pendukung guna memetakan kecenderungan persepsi siswa terhadap implementasi pendidikan holistik berbasis karakter. Dalam konteks penelitian kualitatif, angket digunakan bukan sebagai instrumen utama, melainkan sebagai data triangulatif yang memperkuat temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pendidikan holistik diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, pembiasaan religius (tadarus dan doa), serta pembelajaran kolaboratif yang menyasar keseimbangan antara kecerdasan rasional dan kesalehan spiritual (ummatan wasathan). (2) Keteladanan guru (uswah hasanah) menjadi instrumen paling efektif (70%) dalam internalisasi nilai-nilai karakter Qur’ani. (3) Meskipun 85% siswa mengalami peningkatan kedisiplinan, ditemukan tantangan berupa 15% siswa yang memandang kegiatan sebagai rutinitas mekanistik, yang kemudian diatasi melalui pendekatan dialog reflektif berbasis QS. Ali Imran (3): 110. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergisitas antara kurikulum integratif, keteladanan pendidik, dan lingkungan madrasah yang mendukung mampu membentuk insan beradab (al-insan al-adabi) yang memiliki integritas moral dan daya saing global.
Copyrights © 2025