Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) konvensional seringkali bersifat sektoral dan berjangka pendek, sehingga dampaknya kurang berkelanjutan. Artikel ini menyajikan inovasi model KKN multisektoral yang diimplementasikan di Desa Mesjid Tongpudeng, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, sebagai strategi penguatan kapasitas komunitas yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Metode yang digunakan adalah participatory action research dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan empat klaster program: pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan seni-budaya. Selama delapan minggu pelaksanaan, sebanyak 15 program kerja diimplementasikan dengan melibatkan 11 mahasiswa dan partisipasi aktif masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas masyarakat: kemampuan literasi-numerasi anak meningkat 30%, partisipasi dalam kegiatan lingkungan mencapai 80%, dan revitalisasi tiga bentuk seni tradisional. Model ini berhasil menciptakan sinergi antarsektor dan mengakselerasi pencapaian SDGs Desa khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Disimpulkan bahwa KKN multisektoral dapat menjadi strategi efektif untuk penguatan kapasitas komunitas yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks pembangunan desa kontemporer.
Copyrights © 2025