Clean and healthy living behavior is a major determinant of public health status influenced by social, cultural, and economic factors in complex and multidimensional manner. This research aims to analyze the role of social environment, culture, and economy in influencing clean and healthy living behavior of Indonesian society through comprehensive qualitative literature study. Research method uses library research approach with thematic content analysis technique of secondary literature from 2021-2025 period published in reputable journals. Research findings indicate social environment plays fundamental role in health knowledge transmission through educational institutions and communities with understanding improvement up to 40% and behavior change between 27-45% across various indicators. Cultural factors influence adoption patterns and practice persistence varying across regions reflecting Indonesian sociocultural heterogeneity. Economic conditions determine access to sanitation facilities and food security mediating relationship between dietary patterns and stunting incidence in toddlers. Conclusion shows complex interaction of these three dimensions requires integrative approach in designing effective, contextual, and sustainable public health interventions to improve Indonesian society health status holistically. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Social Cultural Economic Determinants, Indonesian Public Health Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan determinan utama derajat kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan ekonomi secara kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dalam mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia melalui studi kepustakaan kualitatif yang komprehensif. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan teknik analisis konten tematik terhadap literatur sekunder periode 2021-2025 yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan sosial berperan fundamental dalam transmisi pengetahuan kesehatan melalui institusi pendidikan dan komunitas dengan peningkatan pemahaman hingga 40% serta perubahan perilaku antara 27-45% pada berbagai indikator. Faktor budaya mempengaruhi pola adopsi dan persistensi praktik yang bervariasi antar wilayah mencerminkan heterogenitas sosiobudaya masyarakat Indonesia. Kondisi ekonomi menentukan akses terhadap fasilitas sanitasi dan ketahanan pangan yang memediasi hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan menunjukkan interaksi kompleks ketiga dimensi tersebut memerlukan pendekatan integratif dalam merancang intervensi kesehatan masyarakat yang efektif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara holistik. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Determinan Sosial Budaya Ekonomi, Kesehatan Masyarakat Indonesia
Copyrights © 2026