Perencanaan beban kerja guru merupakan elemen krusial dalam manajemen pendidikan untuk menjamin terpenuhinya Standar Pengelolaan Pendidikan di sekolah dasar. Observasi awal di SDN Tirtayasa Kota Tasikmalaya, ketiadaan tenaga administrasi menyebabkan guru menangani seluruh tugas administratif (Dapodik, BOS, pengelolaan sarpras, dan pelaporan digital), sehingga timbul ketidakseimbangan beban kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan perencanaan beban kerja guru dalam memenuhi standar pengelolaan pendidikan menggunakan kerangka fungsi planning Luther Gulick (1937) meliputi penentuan tujuan, strategi, rencana kegiatan, prosedur, dan metode pelaksanaan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah serta sepuluh orang guru, dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014) melalui tahaapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan beban kerja guru telah dilakukan secara cukup sistematis melalui pendekatan kolaboratif, rotasi tugas, dan pemanfaatan TIK. Kelima fungsi planning terlaksana baik pada tugas pokok mengajar, tetapi masih suboptimal pada tugas tambahan administratif akibat kurangnya dokumentasi rinci, prosedur yang belum baku, dan ketergantungan pada pengalaman individu guru. Akibatnya, Standar Pengelolaan Pendidikan tercapai secara formal-administratif, tetapi belum optimal secara substansial dan berkelanjutan karena masih sangat bergantung pada kerja ekstra serta pengorbanan pribadi guru. Penelitian ini merekomendasikan penambahan tenaga administrasi sekolah atau penguatan sistem teknologi berbasis SOP terperinci disertai pelatihan kompetensi digital merata bagi seluruh guru.
Copyrights © 2026