Ruas Jalan Sayung Temu menghubungkan Kota Bengkayang dan berfungsi sebagai jalur utama untuk penyaluran hasil pertanian dan angkutan galian C. Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, dibutuhkan infrastruktur transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembebanan kendaraan terhadap konstruksi jalan. Analisis dilakukan dengan observasi langsung pada ruas jalan Sayung Temu dan merujuk pada manual desain perkerasan jalan MDP 2024 dan MKJI 2023. Hasil penelitian menunjukkan data Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan Sayung Temu adalah 1350 SMP/hari dan volume Lalu Lintas yang tercatat pada ruas jalan Sayung Temu adalah 112 SMP/jam dengan kapasitas jalan 2524 SMP/jam. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, nilai yang diperoleh adalah 0,04 dengan Tingkat Pelayanan A. Evaluasi CESA menunjukkan nilai 119.880,60, yang penting untuk menilai ketahanan dan kebutuhan perawatan jalan. Ketebalan perkerasan jalan terdiri dari HRS-WC 5 cm, LFA Kelas A 15 cm, dan LFA Kelas B 15 cm.
Copyrights © 2025