Cerebral palsy (CP) adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan motorik dan fungsi sehari-hari, sehingga berpotensi meningkatkan stres pengasuhan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara klasifikasi klinis CP dan tingkat stres pengasuhan orangtua. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 31 orangtua anak CP usia 0–18 tahun di Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Provinsi NTB (September–Desember 2024). Data dikumpulkan melalui klasifikasi klinis CP (GMFCS, MACS, EDACS) dan Parenting Stress Index-Short Form (PSI-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orangtua mengalami tingkat stres pengasuhan yang rendah dan tidak terdapat hubungan signifikan antara klasifikasi GMFCS (p=0,166), MACS (p=0,590), maupun EDACS (p=0,312) dengan tingkat stres pengasuhan orangtua. Temuan ini mengindikasikan bahwa derajat keterbatasan fungsional anak dengan CP tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat stres pengasuhan orangtua, yang kemungkinan dipengaruhi oleh keberadaan faktor protektif seperti penerimaan orangtua, dukungan keluarga, dan akses terhadap terapi.
Copyrights © 2026