Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia adaptif berbasis student-centered learning pada jenjang SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui observasi kelas, wawancara guru/dosen serta peserta didik, dan analisis dokumen pembelajaran di SD Muhammadiyah 9 Malang, SMP Al-Mahira Malang, SMA Negeri 3 Malang, dan Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seluruh jenjang diterapkan kombinasi model discovery learning, cooperative learning, project-based learning, inkuiri, diferensiasi, dan contextual teaching and learning yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Di SD, pembelajaran multisensori berbasis proyek efektif membangun literasi dasar. Di SMP, kolaborasi dan inkuiri berbantuan media digital mendorong interaksi multiarah dan berpikir kritis. Di SMA, pendekatan bermakna dan diferensiasi melalui analisis teks anekdot memperkuat refleksi sosial siswa. Di perguruan tinggi, model presentasi–studi kasus–reflektif meningkatkan kesadaran analitis terhadap keefektifan bahasa serta pemanfaatan AI secara etis. Kendala utama pada semua jenjang adalah keterbatasan waktu, heterogenitas kemampuan, dan sarana. Temuan ini menegaskan terjadinya pergeseran praktik pembelajaran Bahasa Indonesia menuju pembelajaran adaptif, kolaboratif, kontekstual, dan literat digital yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026