Kecantikan perempuan sering kali diukur berdasarkan standar global yang menekankan pada penampilan fisik, seperti bentuk tubuh yang langsing dan kulit yang putih. Padahal, kecantikan memiliki makna yang lebih luas, meliputi keindahan dari dalam dan luar diri perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memvisualisasikan persepsi kecantikan menurut pandangan perempuan itu sendiri tanpa dipengaruhi oleh nilai-nilai kesempurnaan yang dikonstruksi oleh masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap perempuan perempuan rentang usia 13 hingga 49 tahun dan pendekatan Design Thinking. Data dikumpulkan dari lima subjek perempuan melalui proses wawancara dan pembuatan sketsa, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola pemaknaan kecantikan yang bersifat subjektif, beragam, serta berkaitan dengan kepribadian, pengalaman hidup, dan lingkungan sosial. Proses perancangan visual dilakukan melalui empat fase Design Thinking (Empathise, Define, Ideate, Prototype), sementara fase Test tidak dilaksanakan sehingga penelitian ini diposisikan sebagai studi eksploratif yang menghasilkan prototipe ilustrasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan dipahami secara subjektif dan personal, bukan semata-mata berdasarkan penampilan fisik, melainkan juga mencakup kepercayaan diri, keunikan, dan nilai-nilai diri yang dimiliki setiap perempuan. Kata Kunci: kecantikan perempuan, feminitas baru, ilustrasi digital, persepsi, design thinking, studi eksploratif.
Copyrights © 2025