This study aims to describe students' perceptions of how teachers communicate in creating an inclusive learning environment at SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Inclusive education requires equal learning opportunities for all students, making teachers' communication skills a key factor in building a classroom atmosphere that is open, empathetic, and respectful of differences. This study uses a qualitative method with a descriptive approach through interviews and documentation of students from diverse backgrounds. The results show that teacher communication is considered effective, clear, and adaptive, with the use of easily understood language and examples relevant to everyday life. Teachers are also seen as patient, responsive, and non-judgmental, creating a learning environment that is comfortable, safe, and pressure-free. Two-way interaction between teachers and students has been proven to enhance motivation and active participation in learning. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa mengenai cara guru berkomunikasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Pendidikan inklusif menuntut adanya kesempatan belajar yang adil bagi seluruh siswa, sehingga kemampuan komunikasi guru menjadi faktor utama dalam membangun suasana kelas yang terbuka, empatik, dan menghargai perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi terhadap siswa yang memiliki latar belakang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dianggap efektif, jelas, dan adaptif, dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga dinilai sabar, responsif, dan tidak menghakimi, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, aman, dan tanpa tekanan. Interaksi dua arah antara guru dan siswa terbukti meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025