Krisis sains modern yang cenderung sekuler dan reduksionistik memunculkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan kembali dimensi etika, spiritual, dan kemanusiaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui rekonsiliasi sains dan Islam. Penelitian ini bertujuan menguraikan konsep, prinsip, dan implementasi humanisasi ilmu sebagai kerangka integratif dalam membangun epistemologi Islam yang memadukan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap pemikiran Al-Attas, Nasr, Al-Faruqi, Al-Jabiri, dan Guessoum. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu berakar pada prinsip tauhid, kemaslahatan manusia, dan integrasi ilmu agama serta sains modern tanpa dikotomi, yang terejawantah dalam integrasi kurikulum, penguatan unity of sciences, serta pembelajaran dialogis yang membentuk insan kamil. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa humanisasi ilmu bukan sekadar wacana konseptual, melainkan strategi epistemologis dan pedagogis untuk membangun tradisi keilmuan Islam yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia di era kontemporer.
Copyrights © 2026