Hadis tentang “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir” merupakan salah satu hadis sifat yang kerap menimbulkan perdebatan teologis. Secara tekstual, hadis ini mengandung lafaz yang berpotensi menimbulkan pemahaman antropomorfis apabila dipahami secara literal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hadis tersebut dari sisi sanad dan matan, serta menganalisis pendekatan teologis para ulama dalam memahaminya agar tidak terjebak pada tasybīh maupun ta‘ṭīl. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber hadis dan karya ulama klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis ini berstatus sahih secara sanad dan diterima secara ijma‘ oleh ahli hadis. Secara teologis, ulama Ahl al-Sunnah menempuh dua pendekatan utama, yaitu tafwīḍ dan ta’wīl, yang keduanya bertujuan menjaga prinsip tanzīh dan kemurnian tauhid. Hadis ini tidak menunjukkan perpindahan fisik Allah, melainkan mengandung pesan spiritual tentang kedekatan rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya pada waktu yang penuh keberkahan.
Copyrights © 2026