Pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning. Siswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar lebih mudah dalam menyelesaikan masalah selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP melalui Problem Based Learning dan pembelajaran konvensional; (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 40 siswa kelas VII. Instrumen berupa tes uraian mencakup empat soal, disertai kunci jawaban dan pedoman untuk penilaian skor. Data tes dianalisis menggunakan uji normalitas distribusi data skor gain ternormalisasi, Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas varians data dan Levene Statistics. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain kelompok siswa yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning memperoleh peningkatan 0,72 kategori tinggi. Hasil perhitungan N-Gain pada kelompok siswa mengikuti pembelajaran konvensional menunjukkan peningkatan sebesar 0,31, termasuk dalam kategori sedang. (2) hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa belajar dengan Problem Based Learning mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dengan kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya model pembelajaran terintegrasi dengan kemampuan berpikir kritis, dengan dua kelas berjumlah 40 siswa sebagai subjek penelitian.
Copyrights © 2026