Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan E-LKPD Berbasis Guided Dicovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Habsyi, Rusdi; R. M. Saleh, Rusmin; Isman M. Nur
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v2i1.385

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi Guru pada materi persamaan lingkaran adalah belum adanya bahan ajar yang dapat menfasilitasi peserta didik dalam kegiatan-kegiatan terstruktur seperti Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-LKPD persamaan lingkaran berbasis Guided Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Kami menggunakan instrumen lembar validasi, respon peserta didik, observasi, wawancara, dan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) produk e-LKPD untuk materi dan media dikategorikan sangat valid; (2) siswa memberikan respon sangat baik; (3) e-LKPD dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini juga menyarankan bahwa ditemukan beberapa kendala saat menggunakan aplikasi tersebut, sehingga perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP melalui Model Problem Based Learning pada Materi Invers Proporsi Diah Prawitha Sari; Isman M. Nur
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3680

Abstract

Pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning. Siswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar lebih mudah dalam menyelesaikan masalah selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP melalui Problem Based Learning dan pembelajaran konvensional; (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 40 siswa kelas VII. Instrumen berupa tes uraian mencakup empat soal, disertai kunci jawaban dan pedoman untuk penilaian skor. Data tes dianalisis menggunakan uji normalitas distribusi data skor gain ternormalisasi, Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas varians data dan Levene Statistics. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain kelompok siswa yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning memperoleh peningkatan 0,72 kategori tinggi. Hasil perhitungan N-Gain pada kelompok siswa mengikuti pembelajaran konvensional menunjukkan peningkatan sebesar 0,31, termasuk dalam kategori sedang. (2) hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa belajar dengan Problem Based Learning mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dengan kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya model pembelajaran terintegrasi dengan kemampuan berpikir kritis, dengan dua kelas berjumlah 40 siswa sebagai subjek penelitian.
Student Thinking Interference with Various Types of Adversity Quotients while Solving Proportion Problems based on Information Processing Theory Sari, Diah Prawitha; Suhendra; Al Jupri; Siti Fatimah; Isman M. Nur
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 11 No 1 (2026): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v11i1.28341

Abstract

Adversity Quotient refers to a student’s capacity to respond to, manage, and overcome difficulties when facing challenges or problems. In this study, Adversity Quotient is examined in relation to information-processing theory, particularly in understanding how students experience thinking interference during problem solving. Through this theoretical perspective, the study investigates the causes of thinking interference encountered by students when solving direct and inverse proportion problems. Therefore, this study aims to analyze and describe the characteristics of thinking interference among students with different Adversity Quotient types in solving direct and inverse proportion problems based on information-processing theory. This study employed a qualitative approach with an exploratory descriptive design. The participants consisted of three students representing different Adversity Quotient types: one climber-type student (Subject S1), one camper-type student (Subject S2), and one quitter-type student (Subject S3). The findings revealed three categories of thinking interference: (1) direct thinking interference, (2) indirect thinking interference, and (3) mixed indirect thinking interference. It is expected that future researchers will further examine students’ thinking interference in relation to Adversity Quotient when solving direct and inverse proportion problems.