Kemajuan IPTEK berpengaruh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, termasuk pengembangan literasi sains yang penting untuk memahami dan menerapkan konsep ilmiah dalam kehidupan. Penelitian ini dilakukan di enam SMA di Kabupaten Jember dengan 300 siswa pada materi fluida dinamis. Instrumen berupa tes pilihan ganda dikembangkan berdasarkan aspek pengetahuan konten, prosedural, dan epistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konten memperoleh rata-rata 84,77% (kategori baik), pengetahuan prosedural 71,07% (cukup baik), dan pengetahuan epistemik 80,17% (baik). Siswa memiliki penguasaan konsep yang kuat, namun masih lemah dalam penerapan prosedur ilmiah dan penalaran berbasis bukti. Kelemahan ini berkaitan dengan pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan dan ujian tertulis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih seimbang, seperti inkuiri terbimbing dan pendekatan konstruktivisme, agar siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah, merancang eksperimen, dan menghubungkan konsep dengan fenomena nyata.
Copyrights © 2026