Lansia sering mengalami penurunan kemampuan mobilitas fungsional yang membuat mereka lebih rentan terhadap risiko jatuh seiring dengan proses penuaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui intervensi fisioterapi berupa strengthening exercise dan balance exercise, yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot serta stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kedua jenis latihan tersebut dalam meningkatkan functional mobility dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized controlled trial dengan pendekatan double-blind dan rancangan two-group pretest-posttest. Sebanyak 40 lansia dipilih secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan strengthening exercise dan balance exercise, serta kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama empat minggu dengan menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) untuk menilai mobilitas fungsional, serta Morse Fall Scale (MFS) untuk menilai risiko jatuh. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor TUGT dan penurunan signifikan pada skor MFS pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik yang dilakukan secara terstruktur mampu meningkatkan stabilitas, koordinasi, dan kekuatan otot pada lansia. Dengan demikian, strengthening exercise dan balance exercise terbukti efektif dalam meningkatkan functional mobility sekaligus menurunkan risiko jatuh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai strategi preventif dalam program kesehatan lansia.
Copyrights © 2026