Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan karakteristik dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berorientasi pada kredibilitas temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai perencana pembelajaran, fasilitator, inovator, evaluator, serta penghubung antara kurikulum dan realitas lokal. Guru mampu menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, serta mengintegrasikan lingkungan sosial dan budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesenjangan kemampuan peserta didik, variasi pemahaman terhadap modul ajar dan proyek, serta penyesuaian terhadap paradigma pembelajaran baru yang memberi ruang lebih besar pada kemandirian siswa. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif berupa Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing, diferensiasi pembelajaran, hingga evaluasi autentik, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pemanfaatan platform digital. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan praktik pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah, sehingga Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara lebih optimal.
Copyrights © 2026