Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Video Pembelajaran Biologi Berbasis Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di SMK Gulo, Margaret Mesra Wati; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo; Yaredi Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i2.5139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran biologi berbasis model inkuiri terbimbing guna meningkatkan hasil belajar peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Model inkuiri terbimbing dipilih karena mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran melalui pemberian petunjuk yang sistematis dalam menemukan konsep secara mandiri. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMK pada mata pelajaran Biologi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon peserta didik, serta tes hasil belajar. Video pembelajaran biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi ekosistem untuk kelas X-APAT 1 SMK Negeri 1 Gido dinyatakan sangat layak. Validasi oleh ahli materi I mencapai 98,2%, ahli materi II 93,9%, ahli bahasa 97%, dan ahli desain 78%. Video pembelajaran menunjukkan kepraktisan sangat tinggi berdasarkan uji coba perorangan (83%), kelompok kecil (87%), dan uji lapangan (86%). Produk terbukti efektif meningkatkan hasil belajar, ditunjukkan oleh rata-rata nilai peserta didik sebesar 88,5 dengan KKM 75, sehingga memenuhi kriteria ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil tersebut, video pembelajaran biologi berbasis model inkuiri terbimbing layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK untuk mendukung proses pembelajaran yang aktif dan bermakna.
Pengaruh Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Hiliserangkai Dohona, Siska Tri Sintia; Novelina Andriani Zega; Desman Telaumbanua; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i2.5141

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan pembelajaran intrakurikuler yang memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk mendalami konsep secara lebih optimal dan memperkuat kompetensi esensial. Minat belajar merupakan faktor utama yang berperan besar dalam pencapaian hasil belajar dan pengembangan potensi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Hiliserangkai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif statistik. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak 57 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angke. Hasil analisis pada uji hipotesis pada analisis regresi linear sederhana pada koefisien regresi X (b) sebesar 0,795 menunjukkan bahwa variabel kurikulum merdeka mempunyai pengaruh positif terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Diketahui pada uji hipotesi (uji t) diketahui bahwa nilai thitung pada variabel kurikulum merdeka sebesar 6.312 sedangkan ttabel sebesar 2.004 atau (6.312 > 2.004) dengan signifikasinya 0.000 dengan batas sig. (0.000 < 0.05). Didukung juga pada (uji F) dengan perhitungan statistik ditemukan bahwa nilai Fhitung = taraf F probability 0.05 maka nilai pada Ftabel adalah 4.01, dari hasil yang didapatkan nilai Fhitung > Ftabel (Fhitung 39.846 > Ftabel 4.01) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penerapan kurikulum Merdeka dengan minat belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh yang siginifikan implementasi kurikulum merdeka terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Hiliserangkai.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMP Swasta Kristen Tomosa I Gido Halawa, Seprianus; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo; Yaredi Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i2.5299

Abstract

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMP Swasta Kristen Tomosa I Gido Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII di SMP Swasta Kristen Tomosa I Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen jenis Pre-Experimental Design, tepatnya dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal, yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data diperoleh melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. 2-tailed < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model PBL terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, Ha diterima Ho ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Oleh karena itu, model pembelajaran ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif pendekatan dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPA.
Pengaruh Handout Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi Yuraman Hulu; Toroziduhu Waruwu; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i2.5333

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi peserta didik, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dalam memahami konsep-konsep sains. Kondisi ini diperkuat oleh dominasi metode pembelajaran yang berpusat pada guru serta keterbatasan ketersediaan bahan ajar inovatif yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengembangan dan pemanfaatan handout sebagai bahan ajar kontekstual yang mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk membuktikan penggunaan handout berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan (2) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunanan handout dengan siswa yang tidak menggunakan handout dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Seluruh siswa kelas VIII dijadikan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan handout, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran tanpa handout. Instrumen yang digunakan berupa tes berpikir kritis yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan selisih 26,05 poin. Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan t hitung sebesar 11,712, lebih besar dari t tabel 2,02269. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan handout memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep IPA di SMP Ibefati Zai; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo; Agnes Renostini Harefa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i2.5353

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep IPA di SMP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemahaman konsep di SMP Negeri 6 Lahewa. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas VII-A yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 14 dengan uji normalitas, uji N-Gain, dan uji-t (paired sample t-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain sebesar 72%, yang termasuk dalam kategori cukup efektif, serta nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman konsep peserta didik setelah diterapkan model PBL. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh secara signifikan dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa SMP Negeri 6 Lahewa.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IX SMP NEGERI 3 LOTU Sudiria Harefa; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28051

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik dan pelaksanaan pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping. (2) Mendeskripsikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping. (3) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dengan menggunakan metode mind mapping. Lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Lotu. Hasil penelitian: (1) Proses pembelajaran IPA di kelas IX SMP Negeri 3 Lotu pada Siklus I rata-ratanya sebesar 56,03% tergolong kurang dan Siklus II sebesar 78,16% tergolong baik. (2) Kualitas pembelajaran IPA di kelas IX SMP Negeri 3 Lotu pada Siklus I sebesar 66,41 tergolong cukup dan Siklus II sebesar 84,50% tergolong baik. (3) Kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran IPA di kelas IX SMP Negeri 3 Lotu pada Siklus I nilai rata-ratanya sebesar 68,25 tergolong cukup, persentase ketuntasan sebesar 62,50%, simpangan bakunya sebesar 9,944 dan Siklus II nilai rata-ratanya sebesar 82,92 tergolong baik, persentase ketuntasan sebesar 87,50%, simpangan bakunya sebesar 8,361.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pemahaman Konsep IPA Siswa di SMP Swasta Masyarakat Damai Paskalius Halawa; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Yaredi Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026 (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5705

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam melalui aktivitas ilmiah dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Namun, hasil observasi di SMP Swasta Masyarakat Damai menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa masih rendah, ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar di bawah KKM, partisipasi belajar yang pasif, serta kurangnya kemampuan mengaplikasikan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VII-A yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes objektif untuk mengukur pemahaman konsep IPA. Analisis data meliputi perhitungan skor pemahaman konsep dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa. Rata-rata nilai pre-test sebesar 59,53 meningkat menjadi 75,62 pada post-test. Persentase kategori “baik” meningkat dari 40,62% menjadi 87,50% dan muncul kategori “sangat baik” sebesar 3,12%. Nilai N-Gain sebesar 0,38 termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Selain itu, peningkatan terjadi pada semua indikator pemahaman konsep, yaitu menjelaskan, menerapkan, mengelompokkan, dan merepresentasikan konsep IPA. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA melalui aktivitas kolaboratif, interaksi kelompok, dan tanggung jawab individu dalam menguasai materi. Dengan demikian, model Jigsaw dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.
Peran dan Strategi Guru Untuk Menghadapi Tantangan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o Frengki Finsensius Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026 (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5706

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan karakteristik dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berorientasi pada kredibilitas temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai perencana pembelajaran, fasilitator, inovator, evaluator, serta penghubung antara kurikulum dan realitas lokal. Guru mampu menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, serta mengintegrasikan lingkungan sosial dan budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesenjangan kemampuan peserta didik, variasi pemahaman terhadap modul ajar dan proyek, serta penyesuaian terhadap paradigma pembelajaran baru yang memberi ruang lebih besar pada kemandirian siswa. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif berupa Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing, diferensiasi pembelajaran, hingga evaluasi autentik, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pemanfaatan platform digital. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan praktik pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah, sehingga Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara lebih optimal.