Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak atsiri kayu manis. Minyak atsiri dikenal sebagai minyak eteris atau minyak terbang (volatile oil) adalah senyawa berbentuk cair yang umumnya diperoleh dari berbagai bagian tanaman seperti akar, kulit, batang, daun, buah, biji, maupun bunga. Banyaknya manfaat dari minyak atsiri kayu manis, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri kayu manis dan untuk menguji aktivitas antibakteri dengan bakteri Staphylococcus aureus didalam minyak atsiri kayu manis. Penelitian ini merupakan desain pengujian laboratorium dengan tujuan verikatif yaitu untuk menguji adanya metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri dari minyak atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) dengan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan media agar. Penelitian minyak atsiri kayu manis dibuat dengan dua sampel dalam pembelian toko berbeda. Hasil yang didapatkan dijelaskan dalam analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) mengandung senyawa triterpenoid dan minyak atsiri kayu manis berpotensi menghambat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 25,93 mm dan 26,13 mm dengan kategori sangat kuat. Keterbaruan dari penelitian ini adalah menguji kandungan senyawa metabolit sekunder dan menganalisis aktivitas antibakteri pada minyak atsiri kayu manis dengan metode difusi cakram.
Copyrights © 2026