Siswa tunagrahita merupakan kelompok rentan yang memiliki keterbatasan dalam memahami risiko bencana dan langkah perlindungan diri, terutama pada satuan pendidikan yang berada di wilayah rawan bencana seperti SLB B-C Optimal Kenjeran Surabaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi mitigasi bencana dan proteksi diri siswa tunagrahita melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) dengan narasi bilingual yang dinamakan SafeQuest-VR. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dan Human-Centered Design yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pengembangan modul literasi mitigasi bencana berbasis narasi bilingual, pembuatan media SafeQuest-VR, pelatihan guru dan orang tua, pendampingan pembelajaran, serta evaluasi program. Kegiatan melibatkan 20 siswa tunagrahita SDLB, 15 guru, dan 5 tenaga kependidikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap pengenalan jenis bencana, langkah perlindungan diri, kemampuan mengikuti instruksi simulasi, serta sikap fokus dan responsif selama pembelajaran, dengan rata-rata peningkatan sebesar 35–36%. Selain itu, program menghasilkan luaran berupa media SafeQuest-VR, modul pembelajaran, buku panduan, poster edukasi, dan video dokumentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa SafeQuest-VR efektif sebagai media pembelajaran adaptif untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan mendukung penguatan pendidikan inklusif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026