Membaca permulaan merupakan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik di sekolah dasar. Ketidakmampuan menguasai keterampilan ini dapat menghambat pemahaman materi pelajaran lain serta menurunkan kepercayaan diri peserta didik. Namun, kenyataanya masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan hingga kelas empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca permulaan, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap proses belajar peserta didik kelas III di SD Inpres 63 Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas enam peserta didik kelas III yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi, yang meliputi triangulasi sumber, teknik, dan waktu, guna memastikan kredibilitas dan keakuratan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan peserta didik belum merata. Bentuk kesulitan yang ditemukan meliputi ketidakmampuan mengenali huruf secara konsisten, kesalahan membedakan huruf yang mirip, kesulitan mengeja suku kata, serta membaca kata dan kalimat secara terbata-bata. Faktor penyebab meliputi faktor internal, seperti rendahnya penguasaan huruf dan kepercayaan diri, serta faktor ekstrnal berupa ketidakteraturan kehadiran dan kurang pendampingan orang tua. Dampak kesulitan membaca terlihat pada rendahnya partisipasi dan kepercayaan diri peserta didik. penelitian ini menegaskan perlunya penanganan kolaboratif dan berkelanjutan melalui keterlibatan guru, sekolah, dan orang tua guna mendukung perkembangan kemampuan membaca peserta didik.
Copyrights © 2026