Pendahuluan. Kecemasan pada anak selama menjalani hospitalisasi merupakan masalah penting karena dapat menghambat proses pemulihan dan menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Peran perawat dan kualitas komunikasi terapeutik menjadi faktor yang sangat menentukan dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan perawatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran perawat dan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak di Ruang Rambutan RSUD Madani. Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 362 pasien anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran perawat, komunikasi terapeutik, dan tingkat kecemasan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran perawat dan komunikasi terapeutik berada dalam kategori baik, sementara tingkat kecemasan anak berada pada kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara peran perawat dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,029) serta antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,032). Kesimpulan. Peran perawat dan komunikasi terapeutik berperan penting dalam menurunkan kecemasan anak selama menjalani perawatan. Peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perawat perlu dilakukan sebagai upaya mendukung kualitas pelayanan keperawatan anak
Copyrights © 2026