Pendahuluan Mahasiswa merupakan kelompok usia remaja akhir yang akan mengalami perubahan fisik seperti berat badan, tinggi badan serta proporsi tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh mahasiswa. Ketidakseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik akan mempengaruhi kesehatan. Permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada mahasiswa adalah permasalah gizi, baik itu kekurangan maupun kelebihan gizi. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT), dikatakan seseorang dengan IMT kurang maupun berlebih akan mengakibatkan penurunan kekuatan otot sehingga fleksibilitas tubuh mengalami penurunan. Penurunan fleksibilitas pada otot hamstring ini akan membuat mahasiswa mengalami pemendekan otot hamstring dan menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu produktifitas mahasiswa. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan fleksibilitas pada mahasiswa di Universitas Bali Internasional. Metode Penelitian menggunakan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling dimana jumlah sampel 61 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran indeks massa tubuh dilakukan dengan timbangan dan stature meter, serta pengukuran fleksibilitas menggunakan tes sit and reach. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji statistik rank spearman dengan kemaknaan ? ?0,05. Hasil Penelitian menggunakan uji statistik rank spearman didapatkan nilai p=0,074 (p>0,05), yang artinya hipotesis di tolak. Kesimpulan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan fleksibilitas pada mahasiswa. Tetapi seseorang khususnya mahasiswa harus tetap mempunyai fleksibilitas yang baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2026